Manajemen S1
Pengaruh Lingkungan Kerja dan Reward Terhadap Keterikatan Kerja Karyawan PT Futaba Industrial Indonesia
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan reward terhadap keterikatan kerja karyawan di PT Futaba Industrial Indonesia. Populasi pada penelitian ini adalah karyawan pada bagian welding yang bekerja pada PT Futaba Industrial Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitaif. Data yang digunakan diperoleh dari kuesioner dan pengambilan sampel kepada 50 responden. Untuk analisa data menggunakan uji statistik dan perhitungan menggunkaan analisis SamartPLS 3.0.
Berdasarkan hasil kuesioner yang telah diolah dengan menggunakan alat bantu SmartPLS, diperoleh bahwa lingkungan kerja berpengaruh terhadap keterikatan kerja. Dimana dalah T-Statitsik untuk variabel lingkungan kerja (X1) terhadap variabel keterikatan kerja (Y) sebesar 3.847 > T-Tabel 1.675. Nilai original sampel estimate menunjukkkan nilai positif sebesar 0.279 yang menunjukkan bahwa arah hubungan variabel lingkungan kerja (X1) terhadap variabel keterikatan kerja (Y) adalah ada pengaruh positif signifikan. Dengan demikian Ha diterima pada penelitian diterima. Artinya, dalam penelitian ini variabel pengaruh lingkungan kerja (X1) dengan indikator-indikatornya berpengaruh terhadap variabel keterikatan kerja (Y) dengan indikator-indikatornya secara positif signifikan. Kemudian, reward berpengaruh terhadap keterikatan kerja. Dimana dalam T-Statistik untuk variabel reward (X2) terhadap variabel keterikatan kerja (Y) sebesar 14.693 > T-Tabel 1.675. Nilai original sample estimate menunjukkan nilai positif sebesar 0.810 yang menunjukkan bahwa arah hubungan variabel reward (X2) terhadap variabel keterikatan kerja (Y) adalah positif signifikan. Dengan demikian Ha pada ppenelitian diterima. Artinya, dalam penelitian ini variabel reward (X2) dengan indikator-indikatornya berpengaruh terhadap variabel keterikatan kerja (Y) dengan indikator-indikatornya secara positif signifikan.
Dari perhitungan secara statistik, angka koefisien determinasi (R-Square = kd) = 0.921 yang berarti memiliki nilai lebih besar dari 0.670. Maka dapat dikatakan permodelan yang dibentuk dikategorikan sebagai model yang baik.
Tidak tersedia versi lain