Manajemen S1
Analisis Pengendalian Kualitas Produksi di PT Eran Teknikatama dalam Upaya Mengendalikan Tingkat Kerusakan Produk
ABSTRAK
Suciana Malisa Putri (41183402150145)
Analisis Pengendalian Kualitas Produksi PT Eran Teknikatama dalam Upaya
Mengendalikan Tingkat Kerusakan Produk.
xiv +129 Halaman + 8 Lampiran + 11 Tabel + 2 Grafik + 16 Gambar + 3 Diagram
Kata Kunci: Kualitas, Pengendalian Kualitas.
Latar belakang penelitian ini tentang pengendalian kualitas produk
perusahaan yang dilakukan untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan dapat
bersaing dipasar. Pengendalian kualitas dilakukan dengan menggunakan metode
seven quality tools. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui (1) Bagaimana
proses pengendalian kualitas produk Insert Stopper pada kecacatan scratch dan
plating di PT Eran Teknikatama. (2) Apa saja faktor-faktor penyebab kecacatan
produk Insert Stopper pada kecacatan Scratch dan Plating di PT Eran Teknikatama.
(3) Bagimana solusi atau tindak lanjut untuk mengurangi kecacatan Scratch dan
Plating yang terjadi di PT Eran Teknikatama. Penelitian ini menggunakan metode
data kuantitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan (data konkrit), data
penelitian berupa angka-angka yang akan diukur menggunakan statistik sebagai alat
uji perhitungan, berkaitan dengan masalah yang diteliti untuk menghasilkan suatu
kesimpulan.
Berdasarkan analisis peta kendali p-chart bahwa pengendalian kualitas di PT
Eran Teknikatama berada diluar batas kendali atau proporsi kerusakan produk sudah
di luar kontrol. Pada diagram pareto diketahui jenis kecacatan scratch sebesar
30,06% dan kecacatan plating sebesar 69,94%. Maka kemampuan produksi untuk
kedua jenis kecacatan produk di PT Eran Teknikatama adalah kurang baik.
Berdasarkan diagram Fishbone bahwa terdapat jenis kerusakan/kecacatan produk
scratch dan plating yang terjadi pada produk Insert Stopper disebabkan oleh
beberapa faktor seperti, mesin, manusia, metode dan material. Solusi yang dapat
dilakukan untuk mengurangi terjadinya kecacatan ialah, perusahaan harus
melakukan tindakan perbaikan dari sisi operator ataupun SOP kerja dan
melaksanakan evaluasi terhadap pengendalian kualitas.
Dari rincian di atas diketahui bahwa penerapan kualitas akan berjalan secara
maksimal apabila proses pengendalian kualitas dilakukan dengan memaksimalkan
SDM yang berkompeten dan fasilitas memadai.
Daftar Pustaka: 27 (2001-2022)
Tidak tersedia versi lain