Manajemen S1
Pengaruh Penerapan Quality Control Tangki Motor Tipe Injeksi Terhadap Penurunan Kerusakan Pada PT Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun I
ABSTRAK
Puspita Sari (41183402150120)
Penerapan Quality Control Tangki Motor Tipe Injeksi terhadap Penurunan
Kerusakan pada PT Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun I
Xiii+86 halaman + 19 tabel + 9 diagram + 3 grafik + 7 gambar + 7 lampiran
Kata Kunci: Pengendalian Kualitas, Alat Bantu Statistik, Kerusakan Produk
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana pengendalian
kualitas yang dilakukan, penyebab terjadinya kecacatan pada tangki motor tipe
injeksi dan solusi mengurangi terjadinya kecacatan pada PT Suzuki Indomobil
Motor Plant Tambun I
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Analisis
pengendalian kualitas dilakukan menggunakan alat bantu statistik berupa, diagram
alir, p-chart (peta kendali), histogram, diagram pareto, diagram sebab-akibat,
diagram sebar. Diagram alir digunakan untuk memberikan petunjuk tentang jalannya
proses, kemudian menggunakan p-chart untuk memonitor komponen yang rusak
apakah masih berada dalam kendali statistik atau tidak. Langkah selanjutnya
membuat histogram agar mudah menjelaskan data kerusakan, dan membuat diagram
pareto untuk mengetahui kecacatan yang paling dominan, lalu mencari faktor-faktor
yang menjadi penyebab terjadinya kerusakan produk menggunakan diagram sebab
akibat. Terakhir, mengetahui pengaruh antar dua variabel dan menyusun sebuah
rekomendasi atau usulan perbaikan kulalitas.
Hasil analisis peta kendali menunjukkan bahwa kecacatan produk melebihi
batas pengendalian kualitas. Hal ini dapat dilihat pada grafik peta kendali dimana
garis berfluktuasi berada di atas garis Upper Control Limite (UCL) yaitu 0,097 dan
di bawah Lower Control Limite (LCL) yaitu 0,001 pada bulan Januari, UCL sebesar
0,10 dan LCL sebesar 0,02 pada bulan Februari, UCL sebesar 0,10 dan LCL sebesar
0,00 pada bulan Maret. Berdasarkan histogram dan diagram pareto, kerusakan
terbanyak ada pada bulan Februari dan jenis kerusakan yang dominan yaitu spatter
(50%), baret (30%) dan kebocoranan (20%).perbaikan yang perlu dilakukan untuk
jenis kerusakan yang dominan adalah spatter. Berdasarkan analisis diagram sebab
akibat dapat diketahui faktor penyebab kecacatan komponen berasal dari faktor
manusia, metode, mesin dan lingkungan, sehingga dapat diambil tindakan
pencegahan serta perbaikan untuk menekan tingkat kerusakan
Daftar Pustaka 25 ( 2004-2022)
Tidak tersedia versi lain