Manajemen S1
Analisis penerapan total productive maintenance (tpm) dengan menggunakan metode overall equipment effectiveness (oee) dalam rangka meninggkatkan efektivitas mesin pada pt. metindo erasakti
ABSTRAK
Widya Yuda Prihati (41183402150159)
Analisis Penerapan Total Productive Maintenance (TPM) Dengan Menggunakan
Metode Overall Equipment Effectiveness Dalam Rangka Meningkatkan
EfektivitasMesin Pada PT. Metindo Erasakti.
xiv + 84 halaman + 20 tabel + 1 grafik + 5 gambar + 2 diagram + 8 lampiran
Kata kunci : Loss time, Total Productive Maintenance, Overall Equipment
Effectiveness, Six Big Losses.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil penerapan metode OEE
(overall equipment effectiveness) dan faktor-faktor yang menjadi penyebab
menurunnya efektivitas melalui pengukuran six big losses dan mengidentifikasi faktor-
faktor dominan dari enam faktor six big losses.
Penelitian ini menggunakan metode OEE (overall equipment effectiveness)
metode sistematis untuk melakukan pengukuran tingkat efektivitas proses suatu mesin atau
peralatan dan perhitungan six big losses.
Berdasarkan hasil analisa dan uraian hasil perhitungan dengan menggunakan
metode OEE (Overall Eqiupment Effectiveness) di mesin stamping di PT. Metindo
Erasakti, selama bulan Januari hingga Desember 2019 diperoleh nilai Availability dari
mesin stamping dengan rentang nilai 93,78% sampai 96,17% dan dengan rata-rata
94,49%. nilai dari performance dari mesin stamping dengan rentang nilai 58,23%
sampai 77,11% dan dengan nilai rata-rata 69,31%. untuk nilai quality dari mesin
stamping di dapat nilai 100%. dengan nilai Availability, performance, quality dari
mesin stamping tersebut di dapat nilai Overall Eqiupment Effectiveness (OEE) dengan
rentang 55,69% sampai 73,21% dan nilai rata-rata 69,44% dan dengan kondisi ini jelas
untuk mesin stamping belum memenuhi Standart World Class yang kurang dari 85%.
Faktor yang mempengaruhi rendahnya nilai OEE pada persentase six big losses yaitu
reduced speed losses sebesar 46,14%. Kemudian diikuti dengan idling and minor
stoppage losses sebesar 45,29%, setup and adjustment losses 6,49%, equipment failure
losses sebesar 2,05%, rework losses 0%, yield losses 0%. Selanjutnya dilakukan
analisis menggunakan diagram fishbone untuk mengetahui akar penyebab masalah
yang terjadi dari six big losses dengan mempertimbangkan faktor manusia, mesin,
metode, lingkungan, material. Tindakan perbaikan yang dapat diusulkan adalah untuk
mengurangi kerugian tersebut perusahaan harus melakukan pemeliharaan sesuai
dengan jadwal maintenance yang sudah ada serta melakukan pengawasan terhadap
operator tentang kebersihan tempat kerja.
Daftar Pustaka: 20 (1988-2019)
Tidak tersedia versi lain