Manajemen S1
Analisis Perencanaan Persediaan Kebutuhan Bahan Baku Dan Pengawasan Mutu Produk Dalam Rangka Memperlancar Proses Produksi Pada Casting PT Preformed Line Product Indonesia
Analisis Perencanaan Bahan Baku dan Pengawasan Mutu Produk PT Preformed Line Product Indonesia Isi 141 + Lampiran 13 + Tabel 27 + Grafik 15 + Gambar 6 + Diagram 8
Kata Kunci : Analisis Perencanaan Bahan Baku, Pengawasan Mutu Produk, Kelancaran Proses Produksi
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penerapan perencanaan bahan baku pada PT Preformed Line Product Indonesia dan pelaksanaan pengawasan mutu produk pada PT Preformed Line Product Indonesia metode yang digunakan penulis yaitu penelitian deskriptif anilisi dengan pendekataan kualitatif, yaitu penelitian dengan cara menggambarkan secara sistematis, factual dan akurat dari fakta, peristiwa yang terjadi pada PT Preformed Line Product Indonesia (PLPI)
Hasil perhitungan berdasarkan analisis metode just in time diketahui bahwa : perencanaan bahan baku menggunakan metode just in time yang digunakan ternyata tidak sepenuhnya bagus karena pada metode just in time ini ada dua aspek yang dipertimbangkan antara lain terhadap efisiensi biaya yang hasilnya ternyata sangat membantu perusahaan karena tidak harus mengeluarkan biaya penyimpanan namun dari kinerja non keuangannya masih belum optimal karena ternyata perusahaan masih belum bisa tepat dalam melakukan perencanaan bahan baku untuk proses produksi selain itu perhitungan berdasarkan analisis p-chart diketahui bahwa walaupun proporsi reject berada dibawah standar yang ditentukan perusahaan yaitu 7% tapi ternyata pada 3 tahun terakhir masih banyak pada setiap bulannya yang tingkat reject nya diatas kendali dan berdasarkan diagram pareto diketahui bahwa jenis reject yang sering terjadi pada 3 tahun terakhir adalah jenis porosity dengan persentase kumulatif ditahun 2017 sebvesar 40% tahun 2018 sebesar 42% dan tahun 2019 sebesar 46% yang terakhiur adalah analisis diagram sebab akibat diketahui dari kelima jenis reject faktor yang dominan dalam mempengaruhi terjadinya reject yaitu mesin yang kurang perawatan.
Dari rincian diatas diketahui bahwa penerapan metode just in time akan berjalan secara maksimal apabila trerhadap efisien biaya bagus dan terhadap kinerja non keuangannya juga bagus dengan cara memaksimalkan penggunaan sistem informasi produksi yang ada selain itu pengawasan mutu harus diperbaiki lagi mengingat bahwa 3 tahun terakhir selalu terjadi kenaikan reject pada produk casting dan memaksimalkan 5s pada area produksi terutama dalam kebersihan pada mesin yang akan digunakan sehingga tidak ada proses produksi yang terhambat.
Daftar Pustaka: (2002-2019)
Tidak tersedia versi lain