Manajemen S1
Analisis Quality Control Terhadap Risiko Kerusakan Produk Akhir Suzuki APV Pada PT SUZUKI INDOMOBIL MOTOR PLANT TAMBUN II
Dani Mulyana (41183402160221)
Analisis Quality Control terhadap Risiko Kerusakan Produk Akhir Suzuki APV pada PT Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun II.
xii + 91 Halaman + 10 Tabel + 1 Grafik + 6 Diagram + 7 Lampiran.
Kata Kunci: quality control dan kerusakan produk.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Analisis Quality Control terhadap Risiko Kerusakan Produk Akhir Suzuki APV pada PT Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun II. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang menggambarkan proses pengendalian kualitas perusahaan. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan. Sumber data berupa data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari wawancara dan observasi. Populasi dalam penelitian ini adalah produk PT Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun II dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah produk Suzuki APV Van (V-Type II) yang merupakan salah satu produk yang diproduksi PT Suzuki Indomobil Motor Plant Tambun II. Analisis data menggunakan metode peta kendali p (p-chart), diagram pareto, dan diagram sebab akibat.
Berdasarkan hasil analisis menggunakan peta kendali p (p-chart), proses quality control pada perusahaan di lima bulan pertama tidak terkendali. Hal ini dapat dilihat pada grafik peta kendali p dimana adanya jumlah ketidaksesuaian produk yang melebihi batas kendali sebanyak 5 titik. Hal ini menunjukkan masih adanya penyimpangan yang terjadi selama proses produksi. Berdasarkan hasil analisis diagram pareto, ditemukan tiga jenis defect tertinggi yaitu gelombang sebesar 55,55%, penyok sebesar 22,64%, dan spatter sebesar 15,97% yang penyebabnya didominasi oleh faktor manusia. Berdasarkan hasil analisis diagram sebab akibat, faktor penyebab munculnya defect pada produk akhir berasal dari (1) manusia meliputi kesalahan lolos cek yang disebabkan karena kurangnya pengawasan, kesalahan reparasi yang tidak maksimal disebabkan karena operator kurang terampil, kesalahan posisi tip yang tidak lurus disebabkan karena pengelasan terlalu lama. (2) Mesin adanya mata tip yang bermasalah pada saat baru diasah/dikikir. (3) Material adanya komponen dan panel side body out yang sudah penyok dari proses pressing. (4) Metode meliputi kurangnya pengecekan diproses mekanik dan teknik pengelasan yang membuat posisi tip tidak lurus.
Daftar pustaka: 19 (2003-2019)
Tidak tersedia versi lain