Manajemen S1
Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Produk Pintu Pintu Perbandingan Antara Existing Dan EOQ Serta Prospek Penerapan JIT Pada Kayu Permata
Abdul Kohir (41183402140132)
Analisis Pengelolaan Persediaan Bahan Baku Produk Pintu Perbandingan antara Exsisting dan EOQ Serta Prospek Penerapan JIT Pada PT Kayu Permata.
xv + 120 halaman + 19 Tabel + 14 Lampiran
Kata Kunci: Pengendalian Persediaan, Bahan Baku, EOQ, JIT dan Efisiensi Biaya Persediaan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan efisiensi biaya persediaan bahan baku antara pengendalian persediaan bahan baku perusahaan dengan metode pengendalian persediaan bahan baku yang digunakan peneliti pada PT Kayu Permata. Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Menggunakan data pemakaian bahan baku periode 3 tahun terakhir untuk dilakukan forecasting. Analisis data menggunakan metode EOQ dan JIT namun sebelum dilakukan peramalan untuk mengetahui jumlah kebutuhan bahan baku diperiode berikutnya, kemudian melakukan analisis menggunakan metode EOQ dan JIT dibantu dengan program Statistical Product and Service Solution, Microsoft Excel dan Minitab.
Diketahui bahwa “Pengendalian Persediaan merupakan kegiatan untuk menentukan tingkat dan komposisi persediaan komponen bahan baku, dan barang hasil, sehingga perusahaan dapat melindungi kelancaran produksi dan penjualan serta kebutuhan pembelajaran perusahaan dengan efektif dan efisien. Assauri (2008).
Hasil penelitian diketahui bahwa dalam pembelian bahan baku sekali pesan menurut metode JIT perusahaan sebesar 4.963 m3, metode EOQ pembelian bahan baku dalam sekali pesan 24.466 m3. Frekuensi pembelian yang dilakukan oleh metode JIT perusahaan sebanyak 12 kali sedangkan metode EOQ hanya 2 kali dalam setahun. Biaya pemesanan menurut kebijakan metode JIT perusahaan sebesar Rp14.652.000 sedangkan metode EOQ sebesar Rp2.442.000. Biaya penyimpanan pada metode JIT perusahaan tidak ada sedangkan dengan metode EOQ sebesar Rp36.043.500. Total biaya persediaan kebijakan metode JIT perusahaan tidak ada sedangkan dengan metode EOQ sebesar Rp37.264.500. Total biaya seluruhnya untuk kebijakan metode JIT perusahaan Rp14.652.000 sedangkan dengan metode EOQ sebesar Rp75.750.000.
Secara umum dapat disimpulkan bahwa metode JIT lebih baik karena mampu meningkatkan efisiensi biaya dibandingkan dengan metode EOQ yang diterapkan PT Kayu Permata saat ini.
Daftar Pustaka: 31 (2000 – 2019)
Tidak tersedia versi lain