Manajemen S1
Penerapan Sistem Pengendalian Kualitas Bahan Baku di PT TD Automotive Compressor Indonesia
Penerapan Sistem Pengendalian Kualitas Bahan Baku di PT TD Automotive Compressor Indonesia
xiii + 86 halaman+ 12 halaman + 11 gambar + 7 diagram + 3 garafik + 8 lampiran
Kata Kunci: Pengendalian Kualitas, Alat Bantu Statistik, Kerusakan Part
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhman pengendalian kualitas yang dilakukan, penyebab terjadinya kecacatan pada bagian Compressor (Shaft) dan solusi mengurangi terjadinya kecacatan pada bagian Compressor (Shaft) di gudang PT TD Automotive Compressor Indonesia.
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Analisis pengendalian kualitas dilakukan menggunakan alat bantu statistik berupa, diagram alir, p-chart (peta kendali), histogram, diagram pareto, diagram sebab-akibat, diagram sebar. Diagram alir digunakan untuk memberikan petunjuk tentang jalannya proses, kemudian menggunakan p-chart untuk memonitor part yang rusak apakah masih berada dalam kendali statistik aqtau tidak. langkah selanjutnya membuat histogram agar mudah menjelakan data kerusakan, dan membuat diagram pareto untuk megetahui kecacatan mana yang paling dominan lalu mencari faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya kerusakan produk menggunakan diagram sebab-akibat. Terakhir, mencari tahu korelasi antar dua variabel yang menyusun sebuah rekomendasi atau usalan perbaikan kualitas.
Hasil analisis peta kendali menunjukkan bahwa proses melebihi batas-batas pengendalian. Hal ini dapat dilihat pada grafik kendali dimana titik berfluktuasi berada di atas garis UCL yaitu 0,440 dan di bawah LCL yaitu 0,087 pada bulan Maret, UCL sebesar 0,798 dan LCL sebesar 0,406 pada bulan April, UCL sebesar 0,564 dan LCL sebesar 0,178. Berdasarkan histogram dan diagram pareto, kerusakan terbanyak pada bulan April dan jenis kerusakan dominan yaitu karat (99,8%) dan penyok (0,2%) perbaikan yang perlu dilakukan untuk jenis kerusakan yang dominan adalah karat. Berdasarkan analisis diagram sebab-akibat dapat diketahui faktor penyebab kecacatan part berasal dari faktor manusia, metode dan lingkungan, sehingga dapat diambil tindakan serta perbaikan untuk menekan tingkat kerusakan.
Daftar Pustaka: 36 (2000-2019)
Tidak tersedia versi lain